Halmahera Tengah — Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam transformasi industri hilirisasi nikel. Kini IWIP tengah membangun fasilitas pabrik baterai untuk kendaraan listrik (EV) di Weda Bay, Maluku Utara, dengan kapasitas produksi yang direncanakan mencapai 20 gigawatt per tahun.
Pembangunan pabrik baterai EV ini telah dimulai sejak Oktober 2024, dan progres konstruksinya terus berjalan sesuai rencana. Menurut Project Supervisor PT IWIP, tim proyek telah menyelesaikan pekerjaan sipil dan kini fokus pada instalasi mesin produksi. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi battery electric vehicle (BEV) dan Energy Storage System (ESS) yang dibutuhkan dalam ekosistem kendaraan listrik.
Pada fase awal, IWIP menargetkan produksi sekitar 8 gigawatt per tahun, dengan rencana ekspansi kapasitas hingga 20 gigawatt di tahap berikutnya. Investasi untuk pengembangan fasilitas ini termasuk bagian dari aliran modal asing dan domestik yang telah menanamkan lebih dari US$15 miliar di kawasan industri Weda Bay.
Percepatan pembangunan pabrik baterai EV di IWIP merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat downstreaming nikel. Indonesia selama ini dikenal sebagai pemilik cadangan bijih nikel terbesar di dunia, dan melalui proyek ini negara bergerak lebih jauh dari sekadar mengekspor bahan mentah menuju pengolahan produk dengan nilai tambah tinggi.
Perkembangan pabrik baterai EV di Weda Bay bukan hanya langkah besar bagi IWIP tetapi juga menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam mata rantai nilai global industri kendaraan listrik. Dengan kapasitas produksi yang direncanakan mencapai puluhan gigawatt per tahun, fasilitas ini berpeluang menarik investor global yang lebih luas, mempercepat transfer teknologi, dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang signifikan di sektor industri berteknologi tinggi. Keberhasilan proyek ini juga akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi baterai EV dunia, seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik di pasar global. Dengan demikian, selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, kapasitas produksi baterai EV di IWIP diproyeksikan menjadi kekuatan ekspor yang bernilai strategis bagi perekonomian nasional di era transisi energi.















